{"id":23,"date":"2026-06-30T12:01:37","date_gmt":"2026-06-30T05:01:37","guid":{"rendered":"https:\/\/gbrannews.com\/?p=23"},"modified":"2026-06-30T12:16:10","modified_gmt":"2026-06-30T05:16:10","slug":"belajar-dari-singapura-ketika-reputasi-menjadi-mata-uang-baru-ekonomi-global","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gbrannews.com\/?p=23","title":{"rendered":"Belajar dari Singapura: Ketika Reputasi Menjadi Mata Uang Baru Ekonomi Global"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Belajar dari Singapura: Ketika Reputasi Menjadi Mata Uang Baru Ekonomi Global<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Oleh: Meja Redaksi<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di tengah persaingan ekonomi dunia, masih banyak negara yang meyakini bahwa kekayaan alam merupakan faktor utama menuju kemakmuran. Namun, Singapura membuktikan sebaliknya. Negara yang luas wilayahnya hanya sekitar 735 km\u00b2 dan berpenduduk sekitar enam juta jiwa justru menjelma menjadi salah satu pusat keuangan, perdagangan, dan investasi paling berpengaruh di dunia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Keberhasilan tersebut bukanlah sebuah kebetulan. Sejak berpisah dari Malaysia pada tahun 1965, Singapura menyadari bahwa mereka tidak memiliki minyak, batu bara, hutan tropis yang luas, ataupun lahan pertanian yang memadai. Karena itu, strategi pembangunan diarahkan pada sesuatu yang tidak dapat habis dieksploitasi, yaitu sumber daya manusia, inovasi, tata kelola pemerintahan, dan kepercayaan dunia internasional.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Data <strong>Singapore Department of Statistics (SingStat)<\/strong> menunjukkan bahwa sektor jasa menjadi tulang punggung perekonomian Singapura dengan kontribusi lebih dari 70 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Aktivitas ekonomi terbesar berasal dari sektor keuangan, teknologi, logistik, perdagangan internasional, layanan profesional, dan ekonomi digital.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Keunggulan lain terletak pada kemampuannya menjadi <strong>global hub<\/strong>. Pelabuhan Singapura secara konsisten termasuk yang tersibuk di dunia, sementara Bandar Udara Changi menjadi salah satu simpul transportasi internasional paling strategis. Posisi geografis yang berada di jalur pelayaran Selat Malaka dimanfaatkan secara maksimal untuk menghubungkan arus barang, jasa, modal, dan informasi antara Asia, Eropa, serta Amerika. Dengan kata lain, Singapura memperoleh keuntungan bukan semata karena memproduksi barang, tetapi karena menjadi pusat distribusi dan koordinasi perdagangan dunia.<\/p>\n<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-24 size-full\" src=\"https:\/\/gbrannews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/IMG-20260630-WA0056.jpg\" alt=\"\" width=\"714\" height=\"891\" srcset=\"https:\/\/gbrannews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/IMG-20260630-WA0056.jpg 714w, https:\/\/gbrannews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/IMG-20260630-WA0056-240x300.jpg 240w\" sizes=\"(max-width: 714px) 100vw, 714px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepercayaan investor juga dibangun melalui kebijakan yang konsisten. Tarif pajak penghasilan badan sebesar <strong>17 persen<\/strong>, jaringan luas perjanjian penghindaran pajak berganda (<em>Double Taxation Agreements<\/em>), birokrasi yang sederhana, serta perlindungan hukum yang kuat menjadikan Singapura sebagai lokasi favorit bagi ribuan perusahaan multinasional untuk mendirikan kantor pusat regional maupun perusahaan induk (<em>holding company<\/em>).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam perspektif ekonomi kelembagaan, pemikiran <strong>Douglass C. North<\/strong> menjelaskan bahwa institusi yang kuat akan menurunkan biaya transaksi (<em>transaction costs<\/em>). Ketika kepastian hukum terjamin, kontrak ditegakkan secara konsisten, dan birokrasi berjalan efisien, maka biaya ekonomi ikut menurun. Inilah alasan mengapa banyak investor bersedia membayar lebih mahal untuk bermitra dengan perusahaan yang berasal dari lingkungan bisnis yang kredibel.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pelajaran penting bagi Indonesia adalah bahwa persaingan abad ke-21 tidak lagi hanya ditentukan oleh siapa yang memiliki sumber daya alam paling melimpah. Negara yang memenangkan kompetisi global adalah mereka yang mampu membangun reputasi, kepercayaan, dan jaringan internasional.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Indonesia sebenarnya memiliki modal yang jauh lebih besar dibanding Singapura. Dengan populasi lebih dari 280 juta jiwa, kekayaan mineral strategis, lahan pertanian yang luas, serta posisi sebagai ekonomi terbesar di ASEAN, peluang untuk menjadi kekuatan ekonomi regional sangat terbuka. Tantangannya bukan terletak pada kurangnya sumber daya, melainkan pada bagaimana sumber daya tersebut dikelola secara produktif, transparan, dan berorientasi pada nilai tambah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Karena itu, pelaku usaha Indonesia perlu mulai mengubah paradigma. Keunggulan tidak lagi cukup dibangun melalui harga murah. Dunia kini lebih menghargai kualitas produk, inovasi, sertifikasi internasional, tata kelola perusahaan yang baik, digitalisasi, serta kemampuan membangun jejaring bisnis lintas negara.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemerintah juga memiliki peran penting melalui penyederhanaan regulasi, peningkatan kualitas pendidikan, penguatan infrastruktur digital, pemberantasan korupsi, serta kepastian hukum yang konsisten. Tanpa institusi yang kredibel, potensi ekonomi sebesar apa pun akan sulit diterjemahkan menjadi daya saing global.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada akhirnya, Singapura memberikan satu pelajaran penting bagi Indonesia. Negara kecil itu tidak pernah berlomba menjadi yang terbesar, tetapi menjadi yang paling dipercaya. Dan dalam ekonomi modern, kepercayaan adalah modal yang nilainya sering kali jauh melampaui sumber daya alam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebagaimana dikemukakan oleh <strong>Michael E. Porter<\/strong> dalam teori <em>The Competitive Advantage of Nations<\/em>, daya saing sebuah bangsa dibangun melalui inovasi, produktivitas, dan kualitas institusi, bukan semata-mata karena faktor alam. Oleh sebab itu, masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh apa yang tersimpan di dalam perut bumi, tetapi oleh kemampuan membangun institusi yang dipercaya dunia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Keunggulan kompetitif kontemporer tidak lagi ditentukan oleh siapa yang memproduksi paling banyak, melainkan oleh siapa yang mampu menjadi simpul jaringan global, membangun reputasi, dan menciptakan kepercayaan. Itulah pelajaran terbesar yang dapat dipetik dari Singapura.<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Referensi<\/p>\n<ol>\n<li style=\"text-align: justify;\">Singapore Department of Statistics (SingStat), <em>Singapore National Accounts 2023<\/em>.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Inland Revenue Authority of Singapore (IRAS), <em>Corporate Income Tax Overview<\/em>.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Douglass C. North. <em>Institutions, Institutional Change and Economic Performance<\/em>. Cambridge University Press, 1990.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Michael E. Porter. <em>The Competitive Advantage of Nations<\/em>. The Free Press, 1990.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">World Bank. <em>World Development Indicators<\/em>, 2022\u20132024.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">International Monetary Fund (IMF). <em>Singapore: Article IV Consultation<\/em>, edisi terbaru.<\/li>\n<\/ol>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Belajar dari Singapura: Ketika Reputasi Menjadi Mata Uang Baru Ekonomi Global Oleh: Meja Redaksi Di&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":26,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[13,6],"tags":[],"class_list":["post-23","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-opini","category-umkm-dan-ekonomi-kreatif"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.9 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Belajar dari Singapura: Ketika Reputasi Menjadi Mata Uang Baru Ekonomi Global - G - Bran News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/gbrannews.com\/?p=23\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Belajar dari Singapura: Ketika Reputasi Menjadi Mata Uang Baru Ekonomi Global - G - Bran News\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Belajar dari Singapura: Ketika Reputasi Menjadi Mata Uang Baru Ekonomi Global Oleh: Meja Redaksi Di...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/gbrannews.com\/?p=23\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"G - Bran News\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-06-30T05:01:37+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-06-30T05:16:10+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/gbrannews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/file_00000000580471fabd243a2b42f978e6.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1536\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gbrannews.com\\\/?p=23#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gbrannews.com\\\/?p=23\"},\"author\":{\"name\":\"admin\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gbrannews.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e7f068820cbf75662042bae8654daffa\"},\"headline\":\"Belajar dari Singapura: Ketika Reputasi Menjadi Mata Uang Baru Ekonomi Global\",\"datePublished\":\"2026-06-30T05:01:37+00:00\",\"dateModified\":\"2026-06-30T05:16:10+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gbrannews.com\\\/?p=23\"},\"wordCount\":705,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gbrannews.com\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gbrannews.com\\\/?p=23#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/gbrannews.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/06\\\/file_00000000580471fabd243a2b42f978e6.jpeg\",\"articleSection\":[\"Opini\",\"UMKM dan Ekonomi Kreatif\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/gbrannews.com\\\/?p=23#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gbrannews.com\\\/?p=23\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gbrannews.com\\\/?p=23\",\"name\":\"Belajar dari Singapura: Ketika Reputasi Menjadi Mata Uang Baru Ekonomi Global - G - Bran News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gbrannews.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gbrannews.com\\\/?p=23#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gbrannews.com\\\/?p=23#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/gbrannews.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/06\\\/file_00000000580471fabd243a2b42f978e6.jpeg\",\"datePublished\":\"2026-06-30T05:01:37+00:00\",\"dateModified\":\"2026-06-30T05:16:10+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gbrannews.com\\\/?p=23#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/gbrannews.com\\\/?p=23\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gbrannews.com\\\/?p=23#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gbrannews.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/06\\\/file_00000000580471fabd243a2b42f978e6.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/gbrannews.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/06\\\/file_00000000580471fabd243a2b42f978e6.jpeg\",\"width\":1536,\"height\":1024},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gbrannews.com\\\/?p=23#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/gbrannews.com\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Belajar dari Singapura: Ketika Reputasi Menjadi Mata Uang Baru Ekonomi Global\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gbrannews.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gbrannews.com\\\/\",\"name\":\"G - Bran News\",\"description\":\"Cermat - Tajam - Terpercaya\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gbrannews.com\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/gbrannews.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gbrannews.com\\\/#organization\",\"name\":\"G - Bran News\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gbrannews.com\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gbrannews.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/gbrannews.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/06\\\/cropped-file_00000000636071fa806aed01ced3fff8-1.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/gbrannews.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/06\\\/cropped-file_00000000636071fa806aed01ced3fff8-1.png\",\"width\":1536,\"height\":1024,\"caption\":\"G - Bran News\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/gbrannews.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/gbrannews.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e7f068820cbf75662042bae8654daffa\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/2e74986f10fdb7c605f8ce597f7ba332d34fc2006392881d58c8ef7e8618083a?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/2e74986f10fdb7c605f8ce597f7ba332d34fc2006392881d58c8ef7e8618083a?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/2e74986f10fdb7c605f8ce597f7ba332d34fc2006392881d58c8ef7e8618083a?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/gbrannews.com\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/gbrannews.com\\\/?author=1\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Belajar dari Singapura: Ketika Reputasi Menjadi Mata Uang Baru Ekonomi Global - G - Bran News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/gbrannews.com\/?p=23","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Belajar dari Singapura: Ketika Reputasi Menjadi Mata Uang Baru Ekonomi Global - G - Bran News","og_description":"Belajar dari Singapura: Ketika Reputasi Menjadi Mata Uang Baru Ekonomi Global Oleh: Meja Redaksi Di...","og_url":"https:\/\/gbrannews.com\/?p=23","og_site_name":"G - Bran News","article_published_time":"2026-06-30T05:01:37+00:00","article_modified_time":"2026-06-30T05:16:10+00:00","og_image":[{"width":1536,"height":1024,"url":"https:\/\/gbrannews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/file_00000000580471fabd243a2b42f978e6.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"admin","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/gbrannews.com\/?p=23#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/gbrannews.com\/?p=23"},"author":{"name":"admin","@id":"https:\/\/gbrannews.com\/#\/schema\/person\/e7f068820cbf75662042bae8654daffa"},"headline":"Belajar dari Singapura: Ketika Reputasi Menjadi Mata Uang Baru Ekonomi Global","datePublished":"2026-06-30T05:01:37+00:00","dateModified":"2026-06-30T05:16:10+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/gbrannews.com\/?p=23"},"wordCount":705,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/gbrannews.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/gbrannews.com\/?p=23#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/gbrannews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/file_00000000580471fabd243a2b42f978e6.jpeg","articleSection":["Opini","UMKM dan Ekonomi Kreatif"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/gbrannews.com\/?p=23#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/gbrannews.com\/?p=23","url":"https:\/\/gbrannews.com\/?p=23","name":"Belajar dari Singapura: Ketika Reputasi Menjadi Mata Uang Baru Ekonomi Global - G - Bran News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/gbrannews.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/gbrannews.com\/?p=23#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/gbrannews.com\/?p=23#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/gbrannews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/file_00000000580471fabd243a2b42f978e6.jpeg","datePublished":"2026-06-30T05:01:37+00:00","dateModified":"2026-06-30T05:16:10+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/gbrannews.com\/?p=23#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/gbrannews.com\/?p=23"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/gbrannews.com\/?p=23#primaryimage","url":"https:\/\/gbrannews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/file_00000000580471fabd243a2b42f978e6.jpeg","contentUrl":"https:\/\/gbrannews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/file_00000000580471fabd243a2b42f978e6.jpeg","width":1536,"height":1024},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/gbrannews.com\/?p=23#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/gbrannews.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Belajar dari Singapura: Ketika Reputasi Menjadi Mata Uang Baru Ekonomi Global"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/gbrannews.com\/#website","url":"https:\/\/gbrannews.com\/","name":"G - Bran News","description":"Cermat - Tajam - Terpercaya","publisher":{"@id":"https:\/\/gbrannews.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/gbrannews.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/gbrannews.com\/#organization","name":"G - Bran News","url":"https:\/\/gbrannews.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/gbrannews.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/gbrannews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/cropped-file_00000000636071fa806aed01ced3fff8-1.png","contentUrl":"https:\/\/gbrannews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/cropped-file_00000000636071fa806aed01ced3fff8-1.png","width":1536,"height":1024,"caption":"G - Bran News"},"image":{"@id":"https:\/\/gbrannews.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/gbrannews.com\/#\/schema\/person\/e7f068820cbf75662042bae8654daffa","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2e74986f10fdb7c605f8ce597f7ba332d34fc2006392881d58c8ef7e8618083a?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2e74986f10fdb7c605f8ce597f7ba332d34fc2006392881d58c8ef7e8618083a?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2e74986f10fdb7c605f8ce597f7ba332d34fc2006392881d58c8ef7e8618083a?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin"},"sameAs":["https:\/\/gbrannews.com"],"url":"https:\/\/gbrannews.com\/?author=1"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gbrannews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/23","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gbrannews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gbrannews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbrannews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbrannews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=23"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/gbrannews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/23\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":25,"href":"https:\/\/gbrannews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/23\/revisions\/25"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbrannews.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/26"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gbrannews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=23"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbrannews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=23"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbrannews.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=23"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}